Ketua Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Willy Aditya, mendorong agar literasi dimanfaatkan sebagai bagian dari pembinaan warga binaan melalui penyediaan bahan bacaan di lembaga pemasyarakatan.
Willy menyerahkan bantuan sebanyak 250 buku bacaan untuk Perpustakaan Lapas pada 25 September 2026. Bantuan tersebut diarahkan untuk mendukung akses warga binaan terhadap bahan bacaan selama menjalani masa pembinaan.
Menurut Willy, literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga dapat menjadi instrumen untuk membangun cara berpikir dan memperluas wawasan.
Penyerahan buku tersebut ditempatkan dalam kerangka pembinaan di lembaga pemasyarakatan. Ketersediaan bahan bacaan dinilai dapat membantu warga binaan memanfaatkan waktu secara lebih produktif.
Willy sebelumnya juga menempatkan literasi sebagai bagian penting dari pembangunan kemampuan berpikir kritis. Ia menilai akses terhadap buku perlu diperluas agar literasi tidak berhenti pada kegiatan membaca secara formal.
Dalam konteks pemasyarakatan, bahan bacaan dapat menjadi salah satu sarana pendukung pembinaan. Program tersebut tetap perlu diselaraskan dengan kebutuhan dan kondisi warga binaan serta tata kelola perpustakaan di lapas.
Penutup
Willy berharap bantuan buku dapat memperkuat budaya literasi di lingkungan pemasyarakatan dan mendukung proses pembinaan warga binaan secara berkelanjutan.
Sumber: DPR RI — dpr.go.id / E-Media DPR RI.