Gunungkidul — Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo mendorong keberhasilan Desa Wisata Nglanggeran, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dijadikan rujukan dalam pengembangan desa wisata di berbagai daerah.
Menurut Rahayu, Nglanggeran menunjukkan bahwa potensi lokal dapat dikembangkan secara kolektif menjadi produk dan paket wisata yang mampu menarik wisatawan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Ia menilai pengalaman desa wisata tersebut relevan menjadi bahan pembelajaran ketika pemerintah tengah menyiapkan berbagai aturan turunan dari Undang-Undang Kepariwisataan yang baru disahkan. Praktik baik dari desa wisata yang telah berkembang, menurutnya, dapat digunakan sebagai tolok ukur dalam menyusun kebijakan.
Rahayu juga menekankan perlunya indikator yang jelas untuk mengukur perkembangan desa wisata, mulai dari tahap rintisan, berkembang, maju, hingga mandiri. Menurutnya, evaluasi tersebut harus menggunakan ukuran yang objektif dan didukung evaluator yang memiliki kompetensi.
Selain indikator, ia menilai pemerintah perlu memperjelas skema insentif bagi desa wisata. Desa yang berhasil berkembang menjadi mandiri seharusnya tetap memperoleh dukungan yang mendorong keberlanjutan dan perluasan pasar.
Masukan lain yang menjadi perhatian adalah kebutuhan infrastruktur dasar. Pengelola Desa Wisata Nglanggeran, misalnya, menyampaikan masih terdapat sejumlah titik yang membutuhkan penerangan jalan.
Rahayu melihat pengembangan pariwisata di Nglanggeran juga memberikan efek berganda terhadap perekonomian masyarakat. Aktivitas wisata ikut menggerakkan UMKM, pertanian, perkebunan, dan pengolahan produk lokal.
Ia memastikan masukan yang diperoleh dari pengelola desa wisata akan dibawa dalam pembahasan Komisi VII DPR RI bersama Kementerian Pariwisata, terutama terkait pengembangan desa wisata dan tindak lanjut Undang-Undang Kepariwisataan.
Sumber: DPR RI — dpr.go.id