JAKARTA — Anggota Komisi VIII DPR RI Hetifah Sjaifudian meminta keselamatan petugas dan relawan menjadi prioritas dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dorongan tersebut disampaikan Hetifah menyusul wafatnya Akhmad Rijani, Ketua Tim Serbu Api Kelurahan Palangka, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, setelah menjalani perawatan usai bertugas dalam penanganan karhutla.
Hetifah menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Akhmad dan menilai peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api. Keselamatan petugas dan relawan yang berada di garis depan juga perlu mendapatkan jaminan.
Ia meminta pemerintah dan seluruh unsur penanggulangan bencana memperkuat standar keselamatan bagi personel yang diterjunkan dalam penanganan karhutla.
Sejumlah aspek yang dinilai perlu diperhatikan antara lain pemeriksaan kondisi sebelum bertugas, ketersediaan alat pelindung diri, kecukupan air minum dan kebutuhan dasar, waktu istirahat, dukungan tenaga medis, serta prosedur evakuasi apabila kondisi petugas memburuk.
Hetifah juga meminta perlindungan terhadap relawan mendapat perhatian lebih serius. Menurutnya, relawan di tingkat kelurahan dan desa sering menjadi kekuatan pertama yang bergerak ketika kebakaran terjadi.
Selain perlindungan personel, Hetifah mendorong penguatan pencegahan dan kesiapsiagaan. Edukasi masyarakat, deteksi dini, kesiapsiagaan di tingkat desa dan kelurahan, serta respons cepat ketika titik api mulai muncul dinilai penting untuk mengurangi risiko yang harus dihadapi petugas dan relawan.
Sumber: DPR RI — E-Media DPR RI