Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS, Netty Prasetiyani Aher, meminta pemerintah memperkuat pengawasan terhadap produk pangan yang mencantumkan klaim kandungan gizi, menyusul temuan 25 dari 27 merek beras fortifikasi yang diuji tidak memenuhi ketentuan.
Netty menilai informasi kandungan gizi pada label produk harus dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat, menurutnya, membeli produk berdasarkan informasi yang tercantum pada kemasan.
Ia meminta pengawasan dilakukan secara preventif dan menyeluruh, bukan hanya setelah ditemukan pelanggaran. Pengawasan perlu diperkuat sejak tahap perizinan, proses produksi, hingga distribusi.
Menurut Netty, langkah pengawasan setelah produk beredar dapat membuat masyarakat lebih dahulu dirugikan. Karena itu, sistem pengawasan harus mampu mendeteksi ketidaksesuaian sejak awal.
Netty juga mengingatkan agar temuan terhadap merek tertentu tidak menimbulkan kesimpulan bahwa seluruh beras premium atau beras fortifikasi bermasalah. Informasi kepada publik perlu disampaikan secara jelas dan proporsional.
Ia menegaskan bahwa beras merupakan bahan pangan pokok yang dikonsumsi luas. Oleh sebab itu, mutu, keamanan, dan kebenaran informasi kandungan produk harus menjadi perhatian serius.
Penutup
Netty meminta pemerintah memastikan konsumen memperoleh produk sesuai dengan informasi yang tercantum pada label dan memperkuat pengawasan sebelum produk beredar.
Sumber: DPR RI — dpr.go.id / JDIH DPR RI.